Friday, December 16, 2005
Hati merintih (updated version)
Bagai bergantung tidak bertali, Harapan hilang tidak bersandar
Ingin keadaan ku pulih kembali, Tapi mengapa jalanku sering tersasar
Bagai mentari diselubungi awan, Gerhana hari samar kelihatan
Puas sudah ku toleh kiri & kanan, Arah kemana harus ku jalan
Ke kiri tidak ke kanan bukan, Belakang mustahil hanya ke depan
Hala tujuan tiada kepastian, Mengapa dibiar dalam keraguan
Lemah sungguh rasa diri, Ke mana arah harus ku tujui
Mengapa masih diulit sangsi, Keraguan meragukan menyangsikan hati
Aku tersesat kehilangan jalan, Aku tersepit diantara keadaan
Andai henti aku terbeban, Andai lari aku kelemasan
Aku bukanlah ibarat si lilin, Usahlah dibandingkan si pelangi berseri
Tidak sanggup bergelar pemangkin, Hanya punyai impian tinggi
Ingin sekali ku ukirkan senyuman, Namun hatiku diulit keresahan
Cuba ku tertawa keriangan, Namun kedengaran hanya isak tangisan
Aku rindukan kasihmu Tuhan, Aku dambakan perhatianmu Illahi
Janganlah aku Engkau sisihkan, Usah diriku engkau murkai
Bingung tak terperi, Kecewa lelah dirasai
Tabah tetap harungi, Berteman Iman disisi
Biarlah keinsafan yang menyelinap di hati itu lahir dengan fitrah yang murni. Biarlah kesedaran yang timbul atas dasar insani. Biarlah jalan hidup walau jauh, mendapat keredhaan dariMU. Kami hanya mampu merayu dan merintih saja. Engkau yang maha berkuasa mengubah segalanya walau apa jua jalan cerita hambamu tempohi... Engkau yang maha mengetahui.
* andai jiwa kami bergelora dek dugaan yang Dikau berikan, anugerahkan kami ketenangan agar jiwa ini dapat merasai kemanisan disebalik kepahitan, kejayaan dalam kegagalan dan kebahagiaan dalam penderitaan...
Riwayat wirakelana
9:07 PM
